Efek Negatif Dari Menggunakan Empeng Pada Bayi

Sepanjang bertahun-tahun, peralatan bayi brau lahir yaitu dot bayi atau empeng dipakai untuk ‘menyumpal’ mulut Si Kecil agar anteng dengan kata lain tenang. Apakah Bunda termasuk juga yang mempraktikkan hal semacam ini? Sebaiknya Bunda memperhatikan terlebih dulu resiko yang mengintai bayi apabila memakai empeng.

Dengan alamiah, menghisap memanglah telah adalah perasaan bayi, termasuk juga menghisap jempol atau jari, ataupun empeng.

Jadi bagian positif, empeng bisa menolong menentramkan bayi sepanjang prosedur medis umum, umpamanya waktu suntik vaksinasi atau waktu tes darah. Lalu untuk bayi yang semakin besar, empeng dapat jadi mainan yang membuatnya terasa nyaman. Pemakaian empeng waktu tidur disebut-sebut bisa turunkan resiko sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome).

Tetapi, apabila Bunda menginginkan memberi empeng untuk bayi, pikirkan juga resiko yang bisa berlangsung, walau tambah lebih sedikit dibanding faedahnya, terlebih bersamaan menambahnya umur anak.

Efek Negatif Dari Menggunakan Empeng Pada Bayi

Simak efek-efek negatif pemakaian empeng tersebut.

  1. Menghalangi sistem menyusui
    Hal semacam ini dikarenakan menghisap puting payudara berlainan dengan menghisap empeng ataupun dot. Pada beberapa bayi, ketidaksamaan puting serta empeng ini dapat buat bingung, keadaan ini seringkali di kenal jadi bingung puting.
    Diluar itu, memberi empeng sangat awal bisa buat bayi kesusahan untuk belajar menyusu segera dari payudara. Supaya bayimu tidak lebih pilih empeng atau dot dibanding puting payudaramu sendiri, jauhi memberinya empeng atau dot pada minggu-minggu awal sesudah lahir, sampai Air Susu Ibu (ASI) dapat keluar dengan lancar serta bayi trampil menyusu dari payudara segera.
  2. Menyebabkan problem pada gigi
    Apabila selalu memakai empeng, gigi anak dapat jadi tidak sejajar atau tidak tumbuh dengan normal. Sinyal tanda problemnya mungkin saja baru juga akan tampak sesudah anak berumur dua th.. Gigi depannya mungkin saja tumbuh dengan miring atau relatif maju ke depan, serta problem ini dapat makin jelek seiring waktu berjalan. Sesungguhnya sebelumnya anak berumur dua th., problem perkembangan gigi bisa lebih baik dengan sendirinya dalam enam bln. berhenti memakai empeng. Tetapi, apabila Si Kecil selalu meneruskan pemakaian empeng, bahkan juga sesudah umur empat th. yang mana gigi tetaplah telah mulai berkembang, problem gigi ini mungkin saja tinggal serta mempunyai dampak periode panjang, bahkan juga sampai ia dewasa.
  3. Berisiko memiliki kandungan kuman
    Tidak cuma berisiko buat problem pada susunan gigi, empeng mempunyai resiko terkena kuman, hingga tingkatkan resiko infeksi pada rongga mulut termasuk juga gigi. Hal semacam ini pada umumnya juga mengakibatkan Si Kecil rawan sakit, terlebih bila Bunda tidak rajin membersihkan empengnya dengan benar.
  4. Rawan terserang infeksi telinga
    Menurut satu riset, anak-anak yang memakai empeng jadi lebih mungkin saja alami infeksi telinga berulang, di banding anak yg tidak memakai empeng. Dengan membatasi penggunaan empeng cuma sampai anak tertidur, di ketahui telah bisa kurangi resiko terserang infeksi telinga pada anak pemakai empeng. Walau belum juga diketemukan dengan terang hubungannya, tetapi diprediksikan karna orangtua relatif memakai empeng untuk menentramkan anak, jadi terkadang jadi lupa untuk mencari tau apa yang sesungguhnya mengakibatkan anak rewel.
  5. Ketergantungan pada empeng
    Apabila Si Kecil punya kebiasaan memakai empeng waktu tidur malam, ia juga akan menangis di larut malam saat empengnya lepas, serta cuma juga akan tenang apabila telah memperoleh empeng. Hal semacam ini pastinya juga akan menyusahkan, dan kurang baik untuk tumbuh kembang Si Kecil.
    Bila anak Bunda termasuk juga pemakai empeng, Bunda bisa menolong hentikan rutinitas ini dengan memberi alternatif empeng untuk menenangkannya. Umpamanya, untuk bayi baru lahir, janganlah menjadikan empeng jadi pertolongan pertama saat Si Kecil rewel, Bunda dapat coba beragam langkah beda seperti membedongnya, menggoyangkannya dengan lembut, menyanyikan lagu, atau menyetel musik lembut supaya Si Kecil tenang. Langkah tersebut dapat efisien menukar peranan empeng.

Sesaat untuk anak yang semakin besar, Bunda dapat mengalihkan perhatiannya pada empeng dengan memberi mainan, atau benda-benda menarik, dan mengajaknya bermain. Apabila Bunda kesusahan, janganlah sungkan untuk berkonsultasi pada dokter anak.