Peneliti Kembangkan Model Pemrediksi Wajah Seseorang

Peneliti dari Human Longevity, Inc. baru saja mempublikasikan sebuah penelitian dimana muka seorang individu dan ciri khas personal bisa diprediksi dengan menggunakan genome sequencing data dan machine learning. Penelitian ini, yang diketuai oleh Christoph Lippert, Ph.D dan juga penulis senior J. Craig Venter, Ph.D, dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences atau PNAS.

Kedua peneliti tersebut percaya bahwa, meskipun penelitian ini sebenarnya ditujukan untuk pendekatan lain terhadap forensik, penelitian ini memiliki implikasi yang sangat serius berkenaan dengan privasi dari sebuah data, deidentifikasi, dan konsen yang seadanya. Tim peneliti tersebut menambahkan bahwa pertimbangan tambahan dibutuhkan karena lebih banyak genome yang dihasilkan dan ditempatkan di database milik public.

Untuk penelitian berdasarkan standar IRB, 1061 orang dari berbagai etnis dengan rentang umur di antara 18 sampai dengan 82 tahun berpartisipasi dengan cara memberikan genome mereka untuk diurutkan sampai dengan 30 kali tingkat kejelasannya. Peneliti juga mengumpulkan data phenotype dalam bentuk gambar muka 3 dimensi, sampel suara, warna mata dan kulit, usia, tinggi badan, dan berat badan.

Tim peneliti berhasil memprediksi warna dari mata, warna dari kulit, dan juga jenis kelamin dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, namun ciri khas genetik lain yang lebih kompleks membutuhkan proses yang lebih sulit. Tim peneliti percaya bahwa model prediktif yang mereka kembangkan dapat diandalkan, namun kelompok yang besar dibutuhkan untuk menjadikan tingkat keakuratan prediksi ini menjadi lebih kuat. Tim peneliti juga berhasil mengembangkan sebuah algoritma mesin pembelajaran bernama “maximum entropy algorithm”, yang memiliki tingkat kebaruan dalam menemukan kombinasi optimal dari sebuah model prediksi yang mereka kembangkan untuk mencocokkan identifikasi, secara rata-rata, 8 dari 10 partisipan dari etnis yang berbeda.

Venter, co-founder dari HLI, executive chairman dan head of scientific strategy, mengomentari hasil penelitian ini, “Kami ingin melakukan penelitian ini untuk membuktikan bahwa kode genome dan genetika adalah apapun yang menjadikan dirimu. Ini adalah bukti yang nyata dari meskipun kami melakukannya dalam kelompok yang terbatas, namun kami percaya bahwa ketika kami meningkatkan jumlah orang yang mengikuti penelitian ini dan data dari database miliki HLI yang berisikan ratusan ribu orang, kami akan mampu memprediksi secara akurat dari genome milik seorang individu.