Tanggapan Dari Mochtar Riady Mengenai Industri E-Commerce

Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady mengatakan system ” e-commerce ” atau perniagaan elektronik adalah segi perlu dalam usaha pengentasan kemiskinan dimana hampir semua e-commerce dilengkapi dengan cek resi untuk konsumen.

Tanggapan Dari Mochtar Riady Mengenai Industri E-Commerce

” Itu memerlukan kriteria, seperti system telekomunikasi mencukupi, system pembayaran jalan baik, serta mesti ada penengah yang menanggung, ” kata Mochtar dalam acara Komunitas Manajemen Perubahan Indonesia (Indonesia Change Management Komunitas/ICMF) 2017

Dia menyebutkan ada satu diantara aspek perlu dalam hal kemiskinan, yakni perbaikan system untuk menangani kesenjangan perdagangan.

Mochtar memberi contoh masalah tentang orang-orang desa yang senantiasa beli barang agak lebih mahal oleh karna barang dagangan mesti lewat penengah.

Demikian halnya saat jual, dimana harga jual komoditas yang dibuat orang-orang desa jadi lebih murah karna mesti lewat penengah hingga ke kota.

” Dulu sulit pikirkan langkahnya (menangani), saat ini gampang karna dengan ekonomi digital dapat membuat ‘e-commerce’ supaya penjual serta konsumen dapat sama-sama kontak, ” papar Mochtar.

Dia mencontohkan tentang kesuksesan Jack Ma dalam menginisiasi perusahaan perdagangan digital asal China, Alibaba.

Mochtar menerangkan Jack Ma berhasil membuat Alibaba jadi pusat perbelanjaan digital sekalian jadi penjamin yang lalu mengakibatkan perubahan digital ekonomi di China jadi cepat.

Dia memiliki pendapat industri ekonomi digital di Indonesia masih tetap memiliki peluang untuk berkembang.

Hal yang dibutuhkan sekarang ini yaitu penyesuaian diri untuk industri berkaitan untuk merespons kondisi baru yang tengah berkembang sekarang ini berkaitan dengan ekonomi digital.

Dan Pada th. 2018 yang akan datang, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) juga akan meningatkan kwalitas agen Service Keuangan Tanpa ada Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laris Pintar.

Sales Management Head BTPN Wow, Mohammad Reza Rizal menyebutkan, penambahan kwalitas agen laris pintar dikerjakan lewat cara tingkatkan pendapatan agen.

” 2018 konsentrasi tingkatkan pendapatan agen. Agen itu mesti happy, agen itu mesti rasakan faedahnya dari jadi agen BTPN Wow, ” tutur Reza waktu berkunjung ke satu diantara agen laris pintar di Binjai, Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/12/2017).

Reza mengungkap, penambahan kwalitas dikerjakan dengan mendorong agen memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dari varian product atau usaha dari BTPN Wow.

” Kami kembangkan additional usaha buat agen. Jadi kami buat bebrapa usaha baru buat agen, umpamanya agen kami mungkin saja agen e-commerce, agen kami mungkin saja agen jual asuransi, ini misalnya, hingga agen kami itu dapat bisa penambahan di luar transaksi BTPN Wow, ” kata Reza.

Menurutnya, penambahan pendapatan agen juga akan memberi efek pada semangat serta motivasi agen dalam mengedukasi orang-orang tentang service perbankan.

Hal semacam ini bersamaan dengan program pemerintah tingkatkan literasi serta inklusi keuangan orang-orang di pedesaan.

” Otomatis selalu terpacu segera untuk mengedukasi, karna ini kan ujungnya edukasi serta ujung tombak edukasi itu berada di agen serta agen itu butuh kita berikan motivasi motivasinya dari apa? Ya dari itu insentif, ” tuturnya.

Sampai sekarang ini, berdasar pada data dari BTPN, jumlah agen laris pintar BTPN telah menjangkau 200. 000 agen di semua Indonesia.

” 200. 000 itu telah cukup banyak tinggal mutunya, pastinya akan nambah tapi akan tidak se-signifikan yang kami lakukan pada 3 th. pertama, karna kami menginginkan menambah mutunya, ” sebut dia.

Akan tetapi, Reza belum juga mengatakan selanjutnya berkaitan menambahkan jumlah agen laris pintar BTPN Wow pada 2018 yang akan datang, sebab, sekarang ini perseroan tetap dalam pengaturan budgeting th. 2018.

” Minggu depan baru budgeting 2018 serta sekarang ini belumlah ada angka final projectsinya, ” ucap dia.

Dari data OJK, sampai sekarang ini sudah ada 23 bank penyelenggara Laris Pintar dengan keseluruhan agen sejumlah 428. 852 agen di semua Indonesia.

Jumlah rekening yang sudah di buka lewat program ini menjangkau 11, 8 juta rekening dengan nominal menjangkau Rp 1, 3 triliun.